LAPORAN PRAKTIKUM
D
I
S
U
S
U
N
OLEH: JOHANSEN SITUMORANG
KELAS: XIPA6..............................
SEKOLAH: SMA NEGERI01 MANOKWARI
MAPEL: BIOLOGI->ANIMALIA(ANATOMI HEWAN VERTEBRATA)
D
I
S
U
S
U
N
OLEH: JOHANSEN SITUMORANG
KELAS: XIPA6..............................
SEKOLAH: SMA NEGERI01 MANOKWARI
MAPEL: BIOLOGI->ANIMALIA(ANATOMI HEWAN VERTEBRATA)
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmatnya sehingga laporan ini dapat terselesaikan. Laporan ini bertujuan untuk mengetahui bagian-bagian dalam tubuh Animalia(hewan).
Terimakasih juga kepada Ibu VANDA S.pd yang telah membimbing kami dalam proses praktikum, sekaligus yang memberikan praktikum ini.
Tidak terlepas dari kekurangan, saya sadar bahwa laporan ini belum sepenuhnya sempurna. Apabila ada kesalahan didalamnya ataupun kekeliruan yang tak terduga, saya mohon maaf dan tolong dimaafkan. Dan juga saya menerima saran dan kritikan dari pembaca agar saya bisa lebih baik lagi kedepannya.
Terimakasih juga kepada Ibu VANDA S.pd yang telah membimbing kami dalam proses praktikum, sekaligus yang memberikan praktikum ini.
Tidak terlepas dari kekurangan, saya sadar bahwa laporan ini belum sepenuhnya sempurna. Apabila ada kesalahan didalamnya ataupun kekeliruan yang tak terduga, saya mohon maaf dan tolong dimaafkan. Dan juga saya menerima saran dan kritikan dari pembaca agar saya bisa lebih baik lagi kedepannya.
Manokwari, 20 mei 2017
Penyusun: Johansen situmorang
Penyusun: Johansen situmorang
DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................
Daftar isi......................................................
BAB I PENDAHULUANLatar belakang............................................
Tujuan.........................................................
Manfaat......................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKAPembahasan...............................................
BAB III METODE PRAKTIKUMWaktu dan Tempat.....................................
Alat dan Bahan...........................................
Prosedur Kerja............................................
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASANHasil Pemngamatan....................................
Pembahasan Hasil pengamatan.................
DAFTAR PUSTAKA
Daftar isi......................................................
BAB I PENDAHULUANLatar belakang............................................
Tujuan.........................................................
Manfaat......................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKAPembahasan...............................................
BAB III METODE PRAKTIKUMWaktu dan Tempat.....................................
Alat dan Bahan...........................................
Prosedur Kerja............................................
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASANHasil Pemngamatan....................................
Pembahasan Hasil pengamatan.................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar BelakangAnatomi adalah ilmu yang mempelajari tentang bagian-baian organ tubuh hewan beserta fungsinya. Dalam pengamatan anatomi hewan, diperlukan adanya pembedahan untuk mengetahui lebih jelas sistem organpada hewan. Hewan yang dijadikan objekpenelitian atau pengamatan adalah Katak Rawa(sawah), Ikan Lele,Ikan mas, Dan Ayam.
Katak adalah satu anggota dari clssic amphibia. Amphibia berasal dari dua kata yaitu Amphi yang berarti rangkap dan bios yang berarti kehidupan. Karena amphibia adalah hewan yang hidup dalam dua bentuk kehidupan, mula-mula di air dan kemudian di darat.
Clarias Batracus(ikan lele lokal), dan ciprinus carpio(ikan mas) adalah klasifikasi dari kelas actinopterygii . Dan gallus-gallus domesticus(ayam) merupakan klasifikasi dari kelas Aves.
Katak adalah satu anggota dari clssic amphibia. Amphibia berasal dari dua kata yaitu Amphi yang berarti rangkap dan bios yang berarti kehidupan. Karena amphibia adalah hewan yang hidup dalam dua bentuk kehidupan, mula-mula di air dan kemudian di darat.
Clarias Batracus(ikan lele lokal), dan ciprinus carpio(ikan mas) adalah klasifikasi dari kelas actinopterygii . Dan gallus-gallus domesticus(ayam) merupakan klasifikasi dari kelas Aves.
B. TUJUAN Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum ini adalah untuk mengetahui bentuk, warna, dan lokasi serta hubungan dengan organ lain pada hewan katak, ikan mas, ikan lele, dan Ayam.
C. MANFAAT
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah kita lebih mengetahui bentuk, warna, dan hubugan organ” dalam tubuh hewan yang dijadikan objek. Menumbuhkan sikap seorang peneliti.
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah kita lebih mengetahui bentuk, warna, dan hubugan organ” dalam tubuh hewan yang dijadikan objek. Menumbuhkan sikap seorang peneliti.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Amphibi adalah kelompok hewan dengan fase daur hidup yang berlangsung di air dan di darat. Amphibi mempunyai kulit yang selalu basah dan berkelenjar, berjari 4-5 atau lebih sedikit, dan tidak bersirip. Mata juga mempunyai selaput yang menutupu mata pada saat berada di dalam air. Pada mulut terdapat lidah yang dapat diulurkan . Pada saat berudu menggunakan ingsang untuk bernafas, setelah dewasa menggunakan paru-paru dan kulit untuk bernafas. Suhu tubuh berubah-ubah sesuai dengan suhu lingkungan. Reproduksi amphibi berlangsugn dengan perkawinan eksternal. Tubuhnya mempunyai sistem urogenial artinya saluran kelamin dan saluran eksresi bergabung satu dalam kloaka. Amphibi dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:
1. Stegoephalia, memiliki tulang tengkorak dan tulang pipi. Kebanyakan sudah punah dan sudah fosil. Stegoephalia yang masih hidup sampai sekarang yaitu ichtiopsis.
2. Caudata, tubuhnya dapat dibedakan antara kepala, badan dan ekor.
3. Tubuh terdiri atas kepala dan leher yang menyatu. Sering tidak berleher, tidak berekor. Kaki belakang lebih besar daripada kaki yang didepan.
Actinopterygii mrupakan kelas dalam taksonomi dari ikan bersirip kipas. Actinopterygii mencakup banyak ikan yang dikenal awam sebagai ikan konsumsi maupun ikan hias/peliaraan. Actinopterygii memiliki sirip yang berpasangan, tidak punya pangkal yang menonjol di tubuh, sehingga lembar sirip yang ada di lua di sokong oleh jari-jari sirip. Sisik-sisik umumnya tisakoid/ganoid. Ekor bertipe homocercal. Sisi atas tubuh(dorsal) gelap kehitaman agak kecoklatan atau kehijauaan. Sisi samping(lateral) kekuningan, terutama di sebelah bawah gelap melintang yang samar dan tak beraturan. Berikut merupakan klasifikasi kelas dari Actinopterygii :
1. Stegoephalia, memiliki tulang tengkorak dan tulang pipi. Kebanyakan sudah punah dan sudah fosil. Stegoephalia yang masih hidup sampai sekarang yaitu ichtiopsis.
2. Caudata, tubuhnya dapat dibedakan antara kepala, badan dan ekor.
3. Tubuh terdiri atas kepala dan leher yang menyatu. Sering tidak berleher, tidak berekor. Kaki belakang lebih besar daripada kaki yang didepan.
Actinopterygii mrupakan kelas dalam taksonomi dari ikan bersirip kipas. Actinopterygii mencakup banyak ikan yang dikenal awam sebagai ikan konsumsi maupun ikan hias/peliaraan. Actinopterygii memiliki sirip yang berpasangan, tidak punya pangkal yang menonjol di tubuh, sehingga lembar sirip yang ada di lua di sokong oleh jari-jari sirip. Sisik-sisik umumnya tisakoid/ganoid. Ekor bertipe homocercal. Sisi atas tubuh(dorsal) gelap kehitaman agak kecoklatan atau kehijauaan. Sisi samping(lateral) kekuningan, terutama di sebelah bawah gelap melintang yang samar dan tak beraturan. Berikut merupakan klasifikasi kelas dari Actinopterygii :
- Ordo Acipenseriformes, contoh: Acipencer oxyrhynchus
- Ordo Amiiformes, contoh: Amia calva
- Ordo Lepidossteiformes, contoh: Lepidosteus ossens
- Ordo Clupeiformes, contoh: Clupea harengus
- Ordo Scopeliformes, contoh: Harpodon nehereu
- Ordo cypriniformes
- Ordo Anguilliformes, contoh: Anguilla bicalor (ikan sidat)
- Ordo Beloniformes, contoh: Exocoetus pecilopterus (ikan terbang)
- Ordo Syngnathiformes, contoh: Hippocampus kuda (kuda laut)
- Ordo Oppiocephaliformes, contoh: Ophiocephalus striatus (ikan gabus)
- Ordo Synbranchiformes, contoh: Monopterus albus (belut)
- Ordo Perciformes, contoh: Perca flavesceus
- Ordo Pleuronectiformes, contoh: Hippoglossoides platessoides
- Ordo Echeneiformes, contoh: Echeneis nanocrates
- Ordo Tetraodontiformes, contoh: Tetrodon sp.
· Aves adalah kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata yang unik), karena sebagian aves beradaptasi dengan kehidupan secara sempurna. Walaupun semua aves ditutupi bulu, akan tetapi jenis tertentu seperti burung unta, burung emu atau kiwi tidak dapat terbang. Bahkan ada jenis burung tertentu yang tidak memiliki sayap. Aves adalah hewan berdarah panas sama seperti mamalia, aves berkembang biak dengan ovipar (bertelur). Sebagian mereka hidup menetap, dan ada juga yang hidup berpindah tempat (migrasi). Tubuh utama dari aves terdiri atas kepala, leher, badan dan ekor. Ciri-ciri utama dari aves adalah tubuhnya berbulu, memiliki paruh yang sesuai dengan makanannya. Pemakan daging seperti elang dan burung hantu memiliki paruh yang bengkok dan sangat tajam untuk merobek. Paruh yang kuat membantu burung yang memakan biji-bijian. Bebek dan angsa memiliki paruh yang luas, untuk membantu beradaptasi di air dan karena bebek dan angsa hanya memakan makanan yang lunak. Hampir semua aves mempunyai sayap, dan kebanyakan dari mereka juga dapat terbang. Alat gerak seperti kaki pada aves terdiri dari 4 jari, yang digunakan untuk berjalan, bertengger, mencengkram mangsa.
Klasifikasi Aves sebagai berikut:Ordo ratites : merupakan burung yang tidak dapat terbang. Contohnya burung unta (Struhio camelus).
Klasifikasi Aves sebagai berikut:Ordo ratites : merupakan burung yang tidak dapat terbang. Contohnya burung unta (Struhio camelus).
- Ordo galliformes : yang memiliki kaki untuk mengorek dan berlari. Contohnya ayam kampung (Gallus gallus bankiva).
- Ordo natatores : merupakan yang berenang,kaki pendek dan memiliki selaput renang di antara jari kakinya. Contohnya angsa (Olor columbianus).
- Ordo grallatores : merupakan burung yang memiliki paruh, leher, dan tungkai yang panjang. Contohnya flaminggo (phoenicoptenoruber).
- Ordo coraciformes : merupakan burung yang memiliki paruh dan kepala yang besar tungkai pendek. Contohnya rangkong (buceros rhinoceros).
- Ordo columbiformes : merupakan burung yang memiliki tembolok yang besar pemakan biji-bijian. Contohnya burung merpati (Columba domestica).
- Ordo apodiformes : Contohnya wallet (chaetura plagica).
· Ordo oscines : merupakan burung yang memiliki suara bagus karena pitasuaranya yang baik. Contohnya burung kenari (serinus canaria).
BAB III
METODE PRAKTIKUM
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini adalah sebagai berikut:
Hari/tanggal : Kamis/04 mei 2017
Pukul : 10:30-12:45
Tempat : Laboratorium SMA Negeri 01 MANOKWARI
adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini adalah sebagai berikut:
Hari/tanggal : Kamis/04 mei 2017
Pukul : 10:30-12:45
Tempat : Laboratorium SMA Negeri 01 MANOKWARI
B. Alat dan Bahan
1. Alat Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah pisau cater/lipat, sarung tangan karet, alkohol,
2. Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah ikan lele, ikan mas, ayam, dan katak.
1. Alat Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah pisau cater/lipat, sarung tangan karet, alkohol,
2. Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah ikan lele, ikan mas, ayam, dan katak.
C. Prosedur KerjaAdapun prosedur kerja praktikum adalah sebagai berikut:
1. KATAK (RANA PIPIENS)
a. Gunakan sarung tangan terlebih dahulu agar tidak bersentuhan langsung oleh hewan, agar tidak terjadi hal” yang tidak diinginkan.
b. Membuat katak pingsan: pertama-tama kita harus membuat kata pingsan, dengan cara memasukkan sedikit alkohol kedalam sebuah stoples. Masukkan kataknya dan guncang stoples hingga katak pingsan
c. Setelah katak pingsan keluarkan katak dari stoples. Ambil pisau dan mulaila membuka kulit(membelah) katak dari baguan perut. Mulai dari bagian bawah kepala sampai bagian paling belapang.
d. Setelah terbuka kulitnya, amati bagian organ katak.
1. KATAK (RANA PIPIENS)
a. Gunakan sarung tangan terlebih dahulu agar tidak bersentuhan langsung oleh hewan, agar tidak terjadi hal” yang tidak diinginkan.
b. Membuat katak pingsan: pertama-tama kita harus membuat kata pingsan, dengan cara memasukkan sedikit alkohol kedalam sebuah stoples. Masukkan kataknya dan guncang stoples hingga katak pingsan
c. Setelah katak pingsan keluarkan katak dari stoples. Ambil pisau dan mulaila membuka kulit(membelah) katak dari baguan perut. Mulai dari bagian bawah kepala sampai bagian paling belapang.
d. Setelah terbuka kulitnya, amati bagian organ katak.
2. IKAN LELE (CLARIAS BATRACHUS)
a. Pertama-tama matikan dulu ikan lelenya, setelah itu gunakan pisau untuk membelah tubuh ikan.
b. Belah tubuh ikan dari bagian atas tepat ditengah-tengah. Mulai dari dekat kepala sampai paling belakang dekat ekor.
c. Belah sampai bagian organ dalamnya terlihat.
d. Amatilah bagian-bagian organnya
a. Pertama-tama matikan dulu ikan lelenya, setelah itu gunakan pisau untuk membelah tubuh ikan.
b. Belah tubuh ikan dari bagian atas tepat ditengah-tengah. Mulai dari dekat kepala sampai paling belakang dekat ekor.
c. Belah sampai bagian organ dalamnya terlihat.
d. Amatilah bagian-bagian organnya
3. IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO)a. Pertama-tama matikan(bunuh) ikannya
b. Belah dari ujung kepala sampai ekor, dari atas sampai bawah
c. Setelah kelihatan organ dalamnya, lalu amatilah organ-organnya.
b. Belah dari ujung kepala sampai ekor, dari atas sampai bawah
c. Setelah kelihatan organ dalamnya, lalu amatilah organ-organnya.
4. AYAM (GALLUS-GALLUS)a. Pertama sekali bunuh ayam hingga mati
b. Setelah ayam mati, mulailah untuk membelahnya, belah(lepaskan) kulitnya dari tunuhnya sampai semua organnya kelihatan.
c. Setelah organ-organnya kelihatan, keluarkan semua organ tubuhnya.
d. Kemudian amati satu persatu.
b. Setelah ayam mati, mulailah untuk membelahnya, belah(lepaskan) kulitnya dari tunuhnya sampai semua organnya kelihatan.
c. Setelah organ-organnya kelihatan, keluarkan semua organ tubuhnya.
d. Kemudian amati satu persatu.
5. pengamatana. Dengan arahan dari guru pembimbing amatilah organ-organ tubuh hewan yang sudah dibelah dengan hati-hati dan teliti.
b. Amati letak, dan hubungan organ-organ.
c. Setelah selesai diamati masukkanlah semua hewan yang sudah diamati kedalam lubang dah tutup dengan tanah.
b. Amati letak, dan hubungan organ-organ.
c. Setelah selesai diamati masukkanlah semua hewan yang sudah diamati kedalam lubang dah tutup dengan tanah.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. KATAKANATOMI KATAK: 1. Mulut
2. Jantung
3. Hati
4. Pankreas
5. Lambung
6. Ginjal
7. Usus besar
8. Kloaka
9. Usus Halus
10. Empedu
11. Paru-paru
2. Jantung
3. Hati
4. Pankreas
5. Lambung
6. Ginjal
7. Usus besar
8. Kloaka
9. Usus Halus
10. Empedu
11. Paru-paru
-->Menjelaskan Fungsi Setiap Organ:
1. Mulut selain sebagai makan, mulut juga berfungsi sebagai telinga
1. Mulut selain sebagai makan, mulut juga berfungsi sebagai telinga
2. Jantung
jantung katak terdiri dari 2 atrium dan satu ventrikel.
->Atrium kiri menerima oksigen dari paru-paru
->Atrium kanan menerima darah dari system sirkulasi.
Kontraksi otot jantung terjadi karena adanya rangsangan yang diterima oleh saraf. Serabut saraf mencapai setiap saraf otot. Saraf otot berkontraksi karena adanya aksi potensial yang ditimbulkan oleh adanya pertambahan neuron hormon yang dikeluarkan oleh otot dan plate bila rangsangan dan akan mencapai nilai-nilai maximal. Karena serat otot itu tunduk pada hokum All or one yang bermakna sekali berkontraksi atau tidak sama sekali.
3. HatiMenghasilkan cairan empedu untuk menetralisasi racun dan zat2 toksik yang masuk kedalam saluran pencernaan
4. PankreasPankreas katak terletak didekat lambung. Pankreas berfungsi menghasilkan enzim yang membantu pencernaan makanan. Pankreas katak berwarna kekuning-kuningan.
5. LambungLambung katak bersifat asam bertujuan untuk membunuh kuman-kuman penyakit dan melumpuhkan mangsanya, lambung katak menyerupai lambung ikan.
6. Ginjalberfungsi dalam mengeluarkan urine yang sebelumnya disimpan di kantung kemih.
7. Usus BesarDi dalam usus besar sudah tidak ada proses pencernaan lagi. yang ada hanya pembusukan sari-sari makanan dan penyerapan air saja.
8. Kloaka
Kloaka merupakan pelepasan daro saluran ginjal, kalenjar kelamin dan anus. Kloaka berbedahalnya dengan anus. Kloaka juga berfungsi pada sistem reproduksi sedangkan anus hanya pada sistem pencernaan.
Kloaka merupakan pelepasan daro saluran ginjal, kalenjar kelamin dan anus. Kloaka berbedahalnya dengan anus. Kloaka juga berfungsi pada sistem reproduksi sedangkan anus hanya pada sistem pencernaan.
9. Usus HalusUsus halus pada katak dibedakan menjadi tiga macam yaitu duodenum, jejenum dan ileum. Secara umum Usus halus berfungsi sebagai tempat terjadinya penyerapan sari-sari makanan oleh enzim yang dihasilkan pankreas.
10.Kandung EmpeduKandung empedu memiliki fungsi sebagai tempat menyimpan cairan empedu dan memekatkan cairan empedu yang ada didalamnya dengan cara mengabsorpsi air dan elektrolit. Cairan empedu ini adalah cairan elektrolit yang dihasilkan oleh sel hati
10.Kandung EmpeduKandung empedu memiliki fungsi sebagai tempat menyimpan cairan empedu dan memekatkan cairan empedu yang ada didalamnya dengan cara mengabsorpsi air dan elektrolit. Cairan empedu ini adalah cairan elektrolit yang dihasilkan oleh sel hati
11. Paru-Paru
Paru-paru pada katak sebagai lat ekskresi berfungsi untuk menegluarkan zat sisa pembakaran berupa CO2.
Paru-paru pada katak sebagai lat ekskresi berfungsi untuk menegluarkan zat sisa pembakaran berupa CO2.
KESIMPULAN: Jadi dari hasil diatas bisa disimpulkan bahwa semua organ-organ vertebraba tidak sama dan tempatnya beserta fungsinya juga berbeda.